Eka Darmaputera, seorang pendeta dan teolog, mengatakan, “penderitaan adalah megafon Allah. Allah menggunakan penderitaan untuk menarik perhatian manusia agar mencari dan mengenal Dia.”
Memiliki keraguan pada Allah dapat muncul ketika mengalami persoalan. Misal, terlilit utang, hubungan yang tidak harmonis. Atau masalah lainnya.
Sangat penting mengenal Allah secara benar. Agar tidak ada keraguan pada-Nya. Mari belajar bagaimana Ayub, nabi Allah, bertahan dalam penderitaanya.
Allah mengijinkan Ayub mengalami berbagai penderitaan untuk menguji imannya. Lembu sapinya dirampas orang Syeba. Bencana alam menghabiskan kambing domba dan para penjaga. Anak-anaknya lelaki dan perempuan mati akibat angin ribut.
Sejatinya Ayub memiliki rasa marah pada Allah. Alih-alih bersikap marah, Ayub memberikan pujian kepada Allah. Ayub berkata, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21).
Ini menggambarkan ungkapan terdalam dari perenungannya.
Ayub sempat menggugat Allah karena penderitaan badani yang dideritanya. Namun, akhirnya Ayub mengakui bahwa ia telah memandang Allah dan bukan hanya mendengar saja (Ayub 42:5). Pengalaman ini mengajarkan kepada Ayub bahwa mengenal Allah lebih penting dari apapun.
Banyak orang ingin mengenal Allah. Tapi tidak tahu caranya. Berikut tiga sarana yang dapat digunakan untuk mengenal Allah:
Mengenal Allah melalui doa Doa adalah salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan Allah. “…nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4:6) Jika keinginan tersebut adalah mengenal Allah, maka dapat disampaikan melalui doa. Artinya ada sebuah relasi dan interaksi antara manusia dengan Allah.
Mengenal Allah melalui teks-teks Kitab Suci Alkitab adalah Firman Allah. Firman Allah merupakan komunikasi Allah kepada manusia. Firman-Nya juga yang dapat menolong mengubah hidup manusia. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Timotius 3:16). Membaca Alkitab akan menolong manusia mengetahui siapa Allah dan kehendak-Nya.
Mengenai Allah melalui pengalaman pribadi Memiliki pengalaman bersama Allah merupakan sarana lain. Terkadang Allah menggunakan persoalan agar manusia menyadari keterbatasan dirinya. Masalah rumah tangga, di-PHK, putus cinta, dan sebagainya menyadarkan seseorang bahwa ia membutuhkan Allah.
Manusia memiliki kesempatan mengenal Allah. Allah telah menyediakan sarana-sarana tersebut. Marilah kita menggunakan sarana-sarana itu untuk mengenal Allah dengan benar.
Pertanyaan:
Setujukah Anda bahwa Allah menggunakan penderitaan agar manusia mengenal-Nya? Mengapa?
Pernah Anda mengalami keraguan pada Allah? Mengapa?
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.