Fenomena masalah hidup kaum LGBT merambat tak terkendali. Bukan saja di luar negeri tapi juga di Indonesia. Termasuk dalam lingkungan orang percaya serta institusi gereja tertentu. Hak Asasi Manusia (HAM) adalah isu yang mereka sampaikan ketika masyarakat mempertanyakan keberadaan mereka.
Bagaimana pandangan Alkitab tentang LGBT? Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orang percaya, serta gereja dalam menyikapi hal ini?
Apakah yang Dimaksud dengan LGBT?
LGBT singkatan dari Lesbian Gay Biseksual Transgender. Lesbian adalah seorang perempuan yang hanya mempunyai hasrat terhadap sesama perempuan. Sebaliknya, gay adalah seorang pria yang memiliki orientasi seksual hanya kepada pria saja.
Bisex adalah mereka yang tertarik pada lebih dari satu jenis kelamin. Misalnya, seorang pria yang tertarik pada pria maupun perempuan. Atau, perempuan yang tertarik pada perempuan maupun pria.
Transgender adalah pria atau wanita yang memutuskan bahwa dirinya memiliki gender berbeda dengan gender yang dimilikinya sejak lahir. Sehingga berusaha untuk berubah sesuai dengan gender yang berseberangan.
Sejak dari permulaan, Allah hanya menciptakan manusia dalam dua gender yang berbeda, yaitu pria dan wanita.
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ‘Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu” (Kejadian 1:27-28).
Allah memberkati manusia yang Ia ciptakan menurut gambar-Nya itu sebagai bukti pengakuan kesempurnaan ciptaan. Tidak membutuhkan perubahan atau perbaikan lagi. Termasuk masalah gender.
Allah memberi mandat kepada manusia untuk beranak cucu, bertambah banyak, penuhi dan taklukkan bumi. Inilah rancangan Allah sejak awal penciptaan. Bahkan, dalam hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan ada aturan yang jelas dan mutlak berlaku. Yaitu harus terikat suami dan istri yang sah.
Hubungan seksual dari dua jenis kelamin akan menghasilkan anak cucu. Sehingga di segala penjuru bumi akan berpenghuni manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Hubungan LGBT tidaklah demikian, bukan?
Peran Gereja Terhadap Kaum LGBT
Sikap memandang hina dan mengutuk LGBT sebagai manusia paling berdosa tentu tidak bijaksana. Hal ini membuat mereka menutup diri karena merasa tertolak.
John Stott seorang teolog mengatakan “Janganlah menjadikan diri sendiri sebagai hakim dan mengutuki orang-orang yang terjebak dalam LGBT. Kita juga adalah pendosa, sehingga tidak layak membenarkan diri dan mengutuki orang lain.”
Teladan orang percaya dalam mengasihi kaum LGBT dapat memberikan rasa nyaman bagi mereka. Sehingga mereka dapat terbuka, bukan saja terbuka dengan masalah yang sedang dihadapi, tapi juga terbuka menerima kebenaran firman Tuhan. Karena keterbukaan merupakan awal pemulihan.
Gereja sebagai alat penerapan kasih Allah marilah kita tetap mengasihi kaum LGBT. Melakukan pembinaan iman supaya mereka bisa menemukan identitas mereka yang sesungguhnya dalam Kristus.
Pelayanan Pengembalaan Terhadap Kaum LGBT
Mereka yang jatuh dalam dosa LGBT tidak terkecuali juga dalam kalangan orang Kristen. Gereja perlu memperhatikan dengan seksama masalah ini. Orang percaya tidak boleh melakukan pembiaran terhadap mereka.
Injil Matius menulis “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?” (Matius 18:12).
Melakukan pelayanan Pastoral kepada kaum LGBT sangatlah penting. Salah satu fungsi pelayanan pengembalaan dalam gereja adalah membimbing dan membawa kembali setiap jemaat yang menyimpang dari kebenaran firman Tuhan ke jalan yang benar. Dengan pendampingan pastoral yang baik akan dapat menolong kaum LGBT melihat kasih Allah yang besar bagi mereka.
Tatkala Yesus ditempatkan sebagai satu-satunya kepala gereja, maka gereja akan dapat menjadi alat untuk setiap orang menerima keselamatan dari Allah.
Pertanyaan Diskusi:
Dari pengamatan Anda, bagaimana sikap gereja lokal Anda terhadap kaum LGBT?
Apa yang Anda lakukan bila di lingkungan Anda ada kaum LGBT? Jelaskan alasannya!
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.