
Pernahkah Anda merasa seperti telah meninggal, padahal napas masih ada?
Inilah kisahku, seorang gadis remaja yang mengalami koma selama dua minggu. Lalu bangun secara ajaib melalui sebuah perjumpaan yang tidak terduga.
Mimpi Bertemu Sosok Berjubah Putih
Masa kanak-kanak saya tidak terlalu bahagia seperti umumnya anak-anak lain. Ibu bekerja di luar negeri, dan saya tumbuh menjadi pribadi yang tertutup karena didikan yang keras.
Suatu hari, tragedi menimp saya. Saat sedang berjalan sendirian, sebuah mobil dengan rem blong menghantam saya dari belakang. Saya terpental dan seketika kehilangan kesadaran. Saat akhirnya membuka mata, saya sudah dikelilingi alat medis. Menurut ibu, saya sudah koma selama dua minggu. Namun anehnya, selama masa kritis itu saya tidak merasakan sakit sama sekali.
Dalam ketidaksadaran itu, saya mengalami mimpi yang luar biasa. Sosok berjubah putih dengan wajah bersinar terang mendatangi saya dan berkata, “Bangunlah, karena masih banyak orang yang menunggumu dan Aku akan menyertaimu.”
Sosok Berjubah Putih itu Yesus

Rasa penasaran akan sosok itu membuat saya teringat pada sebuah buku yang pernah saya baca di perpustakaan. Saat itu, saya dan teman sekolah mendapat tugas mengunjungi perpustakaan daerah. Ada satu buku yang menarik hati saya. Saya bertanya pada seorang teman Kristen, apakah saya boleh membaca buku itu.
Kemudian saya mengetahui bahwa buku itu adalah Alkitab. Sejak itu, saya diam-diam mulai sering membaca kisah Yesus dari Alkitab.
Sekarang saya ingat. Bahwa sosok berjubah putih yang muncul dalam mimpi saya, adalah pribadi yang sama, yang saya baca kisahnya dalam Alkitab. Yaitu Yesus!
Saya benar-benar tidak percaya. Benarkah sosok yang muncul dalam mimpi saya adalah Yesus? Apakah Dia yang membangunkan saya dari koma? Banyak pertanyaan muncul di kepala saya. Tapi saya tidak berani cerita pada siapapun, termasuk pada ibu saya.
Meskipun sempat ragu karena latar belakang agama saya, namun saya mulai mencari tahu lebih dalam. Saya kembali membaca Alkitab dan saya menemukan ayat yang sungguh meneguhkan saya.
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku . . .” (Yesaya 41:10).
Keyakinan saya semakin kuat saat menyadari bahwa luka-luka di tubuh saya pulih dengan sangat cepat tanpa bekas. Sebuah pemulihan yang bagi saya tidak masuk akal secara medis.
Pencarian dan Keputusan Iman

Tiga tahun berlalu, tepatnya di akhir 2025, mimpi yang sama terulang kembali. Sosok itu memberikan janji penyertaan yang sama.
Kegelisahan mulai menyelimuti hati saya. Hingga akhirnya saya memberanikan diri menemui seorang pendeta. Saya menceritakan semua yang saya alami. Juga keinginan saya untuk mengimani Yesus.
Beliau memperingatkan bahwa keputusan ini tidak mudah. Ada risiko penolakan hingga dikucilkan oleh keluarga yang mungkin akan saya alami. Namun dengan mantap, saya menjawab bahwa saya siap melangkah dengan iman.
Februari 2026 menjadi titik balik saat saya pertama kali menginjakkan kaki di gereja. Di sana, saya menemukan kedamaian batin dan sukacita yang selama ini saya cari.
Harapan dan Penyertaan Tuhan
Meski hingga saat ini saya belum berani berterus terang kepada keluarga, saya telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.
Sejujurnya, rasa takut terkadang masih muncul. Namun sekarang saya tidak lagi merasa sendirian. Jika di titik terendah saat saya koma Tuhan datang mencari saya. Saya sangat yakin Dia akan terus menyertai saya sesuai janji-Nya.
Sekarang, saya sudah mendapat jaminan keselamatan dari Yesus. Saya pun rindu, suatu hari keluarga saya bisa menerima keselamatan yang sama.
“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kisah Para Rasul 16:31).
Penutup
Bagi Anda yang saat ini merasa bingung atau sedang mempertanyakan iman, jangan takut untuk mencari dan jujur pada Tuhan. Siapa tahu, di tengah pergumulan itulah, Anda akan menemukan-Nya secara pribadi.
Pertanyaan Diskusi
- Ceritakanlah salah satu pengalaman Anda, tentang bagaimana Tuhan menolong Anda di saat yang paling sulit!
- Jika Tuhan memanggil Anda hari ini, apakah Anda siap merespon-Nya?
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.