Tiap warga negara memiliki status kewarganegaraan. Hal ini memberikan jaminan pasti hidup di sebuah negara.
Seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan disebut apatride. Ia tidak mendapatkan perlindungan dari negara manapun.
Hal ini akan menyebabkan dirinya bingung. Ia tidak memiliki kepastian hukum dan administrasi negara. Bahkan ia dapat mengalami penolakan dari negara manapun.
Tiap orang perlu memiliki status hidup di dunia. Bagaimana dengan status hidup di akhirat? Apakah Anda sudah memiliki status yang pasti di alam sana? Ini menjadi pertanyaan penting. Artikel berikut akan mengulasnya.
Status Manusia di Dunia
Manusia mengalami persoalan ekonomi dan sosial. Hal ini membuat manusia mengalami kebingungan. Apa hal mendasar yang bisa membuat manusia bingung? Salah satunya adalah status.
Seseorang yang tidak memiliki status sosial akan berdampak pada aspek psikologis. Misalnya, dalam hal relasi. Seorang wanita menantikan pacarnya untuk melamar. Tetapi hal itu tak pernah terjadi hingga bertahun-tahun.
Kedua, secara ekonomi. Seseorang yang memiliki pekerjaan, ia merasa gelisah dengan statusnya. Misal, seorang pemuda yang menjadi staf honorer bertahun-tahun.
Hal ini menimbulkan kebingungan. Manusia membutuhkan kepastian hidup di dunia.
Baca juga: Ada Kekuatan Dalam Kelemahanku
Status Manusia di Akhirat
Bagaimana hidup di akhirat? Manusia pun membutuhkan kepastian. Mengapa? Sebab banyak orang mengharapkan masuk sorga. Tetapi tidak memiliki kepastian masuk sorga.
Hal ini menimbulkan kebingungan. Seseorang memeluk agama agar memiliki status di akhirat. Sayangnya, agama tidak dapat memberikan status tersebut.
Reza Wattimena, seorang pendiri rumah filsafat, menyatakan bahwa ia terjebak dalam kungkungan agama. Ia menyatakan bahwa ia memeluk agama karena takut masuk neraka.
Banyak orang menganggap agama adalah jalan keluar. Faktanya tidak!
Pemberi Status
Manusia mencoba untuk mencari jalan keluar. Kemanakah manusia akan mencari? Alkitab memberikan solusi untuk ini. Yesus berfirman, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka. . .” (Yohanes 10:28). Bukankah ini memberikan kabar bahagia?
Yesus memberikan kepastian status hidup di akhirat. Tidak seorang pun yang mampu memberikan hal itu.
Rasul Paulus menulis, “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga ” (Filipi 3:20). Seseorang yang telah percaya pada Yesus Kristus sudah memiliki status. Ia menjadi warga negara sorga.
Warga negara sorga memiliki kerinduan menantikan kedatangan Yesus. Di luar itu tidak. Mengapa? Sebab mereka tidak memiliki status tersebut. Ini menimbulkan kegelisahan dalam hati mereka.
Seseorang yang telah menjadi warga sorga memiliki tanggung jawab. Ia perlu melakukan ajaran Yesus Kristus. Sehingga ia menghasilkan buah dalam hidup. Yesus mengajarkan nilai-nilai sorgawi, yaitu menyayangi Allah dan sesama.
Pertanyaan yang memerlukan perenungan. Apakah Anda ingin memiliki status sebagai warga sorga? Buatlah sebuah Keputusan!
Baca juga: Kemerdekaan Yang Sejati Bagi Orang Percaya
Kesimpulan
Tiap orang perlu memiliki status di akhirat. Hal ini akan membuat bahagia. Yesus adalah pemberi status warga sorga. Bukan agama. Ambillah keputusan untuk percaya pada Yesus.
Pertanyan Diskusi
- Bagaimana cara Anda menjadi warga sorga?
- Apa yang akan Anda lakukan setelah menjadi warga sorga?
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.