
Pacaran merupakan tahap atau proses dua orang untuk saling mengenal. Namun di dunia modern saat ini, banyak anak muda menyalahgunakan proses pacaran. Sehingga terjerumus ke hal negatif yang mengakibatkan diri mereka rusak. Akibatnya, sangat jauh dari apa yang dikehendaki Allah.
Hubungan pacaran bukan soal boleh atau tidak. Tapi, sudahkah kita menjalin hubungan pendekatan dengan lawan jenis yang sehat dan memuliakan Allah di dalamnya?
Maka, dalam hubungan pacaran harus menjunjung tinggi nilai yang bersifat kudus. Sering kita berpikir bahwa hidup hanya satu kali. Sehingga perlu mempergunakannya untuk kesenangan diri. Tentu pendapat ini salah!
Allah adalah Kudus
Allah kita adalah Allah yang kudus. Maka Ia ingin agar kita hidup seperti Dia. “Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu” (1 Petrus 1:15).
Allah menghendaki kita menjaga kekudusan di seluruh aspek hidup kita. Supaya tubuh yang telah diciptakan oleh Tuhan dapat memuliakan-Nya. Termasuk dalam hubungan pacaran. Sehingga, dengan pacaran yang kudus memimpin kita untuk belajar saling menghargai.

Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah memberi yang terbaik untuk pasangan. Layaknya kita ingin memberi hadiah kepada seseorang yang spesial, tentu kita akan memberi yang terbaik.
Begitu juga dalam suatu hubungan. Menjaga diri akan merasakan indahnya hubungan di dalam Tuhan sesuai rancangan-Nya. Tentu hal ini tidak gampang bila kita tidak melibatkan Tuhan di dalamnya.
Cara Menjaga Pacaran Kudus
Perkembangan teknologi mendatangkan godaan besar yang dapat mengubah nilai-nilai baik. Untuk itu kita yang telah percaya kepada Tuhan perlu memahami bagaimana cara mewujudkan suatu pacaran yang kudus.
Melihat pasangan dalam kesucian.
Memandang pasangan dalam ketidaksucian dapat menimbulkan godaan. Membayangkan, merasakan, akhirnya menimbulkan nafsu untuk mulai menyentuh, dan melakukan hubungan seperti suami istri.
Sesungguhnya seseorang yang mencintai pasangannya, tentu tidak merusak kesucian pasangannya. “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni” (2 Timotius 2:22)
Ayat ini mengajarkan kita bagaimana seharusnya memperlakukan pasangan. Allah menghendaki supaya kita terus mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, dan damai yang bertujuan menghargai pasangan.
Jika hal itu menjadi prinsip kita dalam membangun hubungan pacaran, maka godaan untuk berbuat dosa akan terjauhkan dari mata, pikiran, dan hati kita.
Motivasi yang benar terhadap Tuhan dan sesama.
Pacaran adalah suatu proses persiapan diri untuk menuju pernikahan yang kudus dan kekal. Karena pada hakikatnya Tuhan menginginkan sebuah pernikahan yang kudus untuk menggambarkan sorga di bumi.
Jadi, masa pacaran adalah masa yang penuh dengan persiapan yang serius. Bila dilakukan dengan benar, akan membantu kedua belah pihak untuk saling bertumbuh di dalam Tuhan. Sehingga hubungan pacaran mengarah pada motivasi yang lebih baik untuk memuliakan nama Tuhan.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:16)Ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup yang memuliakan Tuhan adalah panggilan buat semua orang. Termasuk yang berpacaran.
Hidup dalam komunitas yang sehat dan membangun.
Untuk menciptakan pacaran yang kudus, kita memerlukan komunitas yang dapat membangun dan mengarahkan setiap prinsip kita dalam masa berpacaran.
Amsal 27:6 menyatakan, “Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium berlimpah-limpah.”
Dalam hal ini, kita sangat memerlukan orang lain untuk membantu kita dalam melihat sisi terang dan sisi gelap hubungan yang kita bangun. Sebab komunitas yang mengasihi Tuhan merupakan tempat yang baik bagi sebuah pasangan untuk saling bertumbuh di dalam Tuhan.
Komunitas yang bertumbuh di dalam Tuhan dapat membantu kita untuk terus bertumbuh. Mampu menemukan solusi atas masalah yang dihadapi. Menjadi mentor dalam menjalani masa pacaran. Dan tentunya menjaga hubungan supaya tetap kudus merupakan hal terpenting.
Kesimpulan
Hubungan yang kudus harus menjadikan Tuhan sebagai fondasi atau pusat dalam mencapai tujuan. Sehingga hubungan pacaran yang mengasihi Tuhan di dalamnya akan diberkati.
Pertanyaan Diskusi- Coba renungkan kembali hubungan pacaran yang sedang Anda jalani saat ini, apakah sudah berkenaan di hadapan Tuhan?
- Hal apa saja yang membuat Anda terkadang jatuh bangun dalam menjaga kekudusan di dalam pacaran?
Oleh: Fitri Juliani Waruwu
Kategori: Pacaran yang Kudus Menurut Alkitab
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.