
Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus merupakan suatu berita kontroversi. Sejak awal peristiwa kebangkitan-Nya, para Imam Kepala dan Ahli Taurat telah mengarang cerita bahwa kebangkitan Kristus itu adalah suatu kebohongan.
Cerita itu tersebar dan menjadi suatu sumber berita yang terus berkembang dan digemari oleh para penentang kekristenan.
Namun, peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus tidak pernah pudar oleh perubahan zaman. Buktinya, setiap tahun gereja memperingatinya dan menjadi salah satu hari besar agama Kristen. Mengapa demikian?
Baca juga: Makna Ucapan Yesus di Salib Eli-Eli Lama Sabakhtani
Peristiwa Kebangkitan Membangkitkan Iman
Di kalangan orang-orang percaya, kebangkitan Tuhan Yesus merupakan fondasi iman Kristen. Iman kita terjamin karena dasarnya ialah Yesus yang telah mengalahkan maut. Yesus Kristus bukan Allah yang mati. Dia Allah yang hidup dan menjamin keselamatan orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Rasul Paulus mengatakan: “Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu hidup dalam dosamu” (I Korintus 15:16- 17).

Sebab Yesus Kristus hidup dan kita pun hidup. Dia memberi pengharapan baru kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Donald Guthrie seorang teolog mengatakan “Makna utama kebangkitan ialah kontribusi yang diberikan Kristus bagi pengertian kita mengenai pribadi dan pekerjaan Kristus.”
Kebangkitan memperlihatkan kuasa Allah yang luar biasa dahsyatnya. Mempercayai ada kebangkitan itu sama dengan mempercayai Allah.
Email kami, apabila ada tanggapan Anda.
Allah menciptakan alam semesta dan berkuasa atasnya. Dia juga memiliki kuasa untuk membangkitkan orang mati. Hanya Sang Pencipta hidup yang dapat menyingkirkan sengat kematian dan kemenangan dari kubur.
Peristiwa Kebangkitan Membangkitkan Semangat Memberitakan Injil
Kebangkitan Yesus dari kematian tidak disangka oleh siapapun. Sekalipun oleh murid-murid-Nya bahkan orang banyak yang menyalibkan-Nya. Para murid susah hati karena gurunya mati di kayu salib.

Namun, kekecewaan itu mulai terkikis habis, ketika pada hari ketiga setelah kematian-Nya di kayu salib, Yesus menampakkan diri kepada para murid.
Semua tokoh agama memiliki hari kelahiran dan hari kematian. Hanya Tuhan Yesus yang memiliki hari kebangkitan dan kenaikan.
Bukti konkrit bahwa Yesus Kristus yang adalah Allah yang berkuasa. Dia berkuasa atas kematian. Yesus telah mengalahkan dan menaklukkan kematian, menang atas maut.
Tuhan Yesus mendemonstrasikan bahwa di dalam Dia ada kebangkitan dan kehidupan. Injil Yohanes menulis “Jawab Yesus: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25).
Jadi bagi siapa saja yang percaya pada Tuhan Yesus, berbahagialah! Sebab kelak jika sudah meninggal, ia juga akan hidup lagi walaupun ia sudah mati.
Email kami, apabila ada tanggapan Anda.
Berita inilah yang membuat kita semangat untuk membagikannya kepada orang lain. Agar mereka juga tahu bahwa setelah kematian ada kebangkitan dari orang mati. Bagi orang yang telah menerima lnjil kebangkitan Yesus pasti masuk surga. Marilah kita memberitakan Injil sampai ke keseluruh dunia.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.